Hidup di Dunia Hanya Sementara



Hidup di dunia ini gotong royong sekedar numpang lewat. Paling kita hidup di dunia hanya sekitar 63 tahun saja. Kurang lebih. Setelah itu kita pun meninggal dan masuk ke alam kubur.

Di alam kubur yang gelap dan sempit itu kita menunggu hari kebangkitan. Entah berapa lama. Tapi dari yang zaman Nabi Adam saja tentu sudah ribuan tahun mereka menunggu di alam kubur. Ada interogasi dari malaikat Munkar dan Nakir di situ. Ada siksa kubur bagi kaum yang kafir, kikir, dan banyaomong suka menyebar fitnah. Sementara bagi yang beriman dan bersedekah saleh kuburan itu merupakan taman surga. Mudah2an begitulah kawasan kita nanti. Aamiin.

Di padang Mahsyar pun kita gelisah menanti keputusan Allah. Kita berharap mendapat syafa’at Nabi Muhammad untuk meringankan nasib kita di sana.

Seorang sobat bertanya, “Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berkhasiat bagiku dari sisi Allah.” Nabi Saw lalu bersabda: “Perbanyaklah mengingat maut maka kau akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kau bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kau tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.” (HR. Ath-Thabrani)

Setiap yang bernyawa, termasuk insan pasti akan mencicipi mati. Dan kepada Allah-lah mereka akan kembali:

Tiap-tiap yang berjiwa akan mencicipi mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kau dikembalikan.” [Al ’Ankabuut:57]

Ada tiga perkara yang mengikuti jenazah sesudah wafatnya, yaitu keluarganya, hartanya dan amalnya. Yang dua kembali dan yang satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali yaitu keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal bersamanya yaitu amalnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan, kalau sekiranya kau melihat mereka saat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami yaitu orang-orang yang yakin.” [As Sajdah:11-12]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hidup di Dunia Hanya Sementara"

Posting Komentar